- sz 40 x 80
- jenis kain TC
- jenis isi SILIKON
- bisa dicuci
- harga 50rb
Di usia yang genap kepala 3, kembali aku perbarui semangat agar diri bisa lebih berkarya dan lebih bermanfaat bagi sesama (baca:ummat). Hal ini tentunya menuntut diri lebih kreatif dan punya banyak ide. Ide??? Ya bisa jadi selama ini ide sudah punya, tapi sedikit yang terealisasi. Biasalah banyak alasan yang membuatnya seperti itu. Tapi sekarang aku harus bisa menaklukan hawa nafsu (baca:hawa kemalasan). Untuk mendukung semangatku ini, kembali kubuka sebuah buku lama, yang kubeli sekitar delapan tahun silam (saat masih kuliah). Sebuah buku yang penuh motivasi untuk menjadi orang baik. SHOOT, yang diterbitkan TRUSTCO. Di halaman 83 buku itu, ditulis banyak hal yang diperlukan dalam penerapan praktis hasil pikiran dan ide, yaitu:
1. Siap mencoba dan melaksanakan; bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengembangkan.
2. Mampu bekerja sama; sanggup berpikir secara produktif bersama orang lain.
3. Berani mengambil resiko; berani mengemukakan jawaban atau gagasan, meskipun belum tentu benar atau diterima, tidak takut gagal, tidak terikat pada hal yang terstruktur atau konvensional.
4. Kesabaran; untuk memecahakn permasalahan yang dalam dan detail memerlukan kesabaran. Dalam menerapkan ide-ide diperlukan waktu lebih panjang. Wilayah konsep berbeda dengan wilayah penerapan.
5. Mengelaborasi; memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk, menambah atau merinci detail suatu objek atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
6. Ibrah; selalu mengambil pelajaran atas seluruh peristiwa yang telah dilakukan. Selalu memanfaatkan umpan balik.
7. Revisi; bersedia memperbaiki ide dan konsep jika dipandang tidak sesuai dengan masalah. Bersedia merombak.
8. Benchmarking; mau membandingkan hasil pekerjaan dengan model lain.
9. Inovasi; membuat variasi implementasi saat melakukan penerapan konsep.
10. Kepemimpinan; bersedia memulai ide dari dirinya sendiri, bersedia berkorban untuk merealisasi mimpi dan gagasan.
Semoga 10 point di atas bisa saya terapkan, mungkin Anda juga. Semoga bermanfaat
Sahabat Ali bin Abi Thalib menceritakan, “Nabi Muhammad SAW membayar beberapa dinar dari seorang tabib yahudi yang meminta pelunasan dari Nabi. Ketika Nabi menceritakan kepada Yahudi itu, bahwa ia tidak mempunyai apa-apa untuk membayar hutangnya, yahudi tersebut berkata, “Saya tidak akan meninggalkanmu wahai Muhammad, hingga engkau membayar saya.” Nabipun berkata, “Kalau begitu saya akan duduk (siap ditahan) bersamamu.” Dan Nabi memang melakukan itu. Nabi melakukan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan esoknya shalat Shubuh. Dan para sahabat Nabi mengancam orang tersebut dan Nabipun menyadari tindakan mereka. Lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, apakah orang yahudi ini yang menahanmu?” Mendapatkan pertanyaan itu, Nabipun menjawab, ”Tuhanku menahanku untuk tidak menyalahi kesepakatan yang telah kubuat dengan Yahudi tersebut atau dengan orang lain.” Setelah beberapa hari berlalu, karena melihat lansung kejujuran dan profesionalitas seorang yang bernama Muhammad, yahudi itu akhirnya masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh. dan Engkau adalah Rasulullah. Separo kekayaan saya akan saya belanjakan di jalan Alloh. Saya bersumpah, tujuan saya memperlakukan Engkau ini karena semata-mata untuk memastikan gambaran tentang Engkau yang telah diungkap dalam kitab Taurat yang berbuyi, “Muhammad bin Abdillah, yang bertanah kelahiran tanah Makkah, yang hijrah ke Taiba dan yang memiliki kerajaan di Syiria, ia tidak bersifat kasar, keras, atau suka berteriak di jalan-jalan. Dan tidak dikenal karena kekasarannya atau pembicaraannya yang tidak sopan.” (Rahasia Bisnis Rasulullah, hal. 196)
- bahan katun
- size L
- harga Rp 175.000,-
- bahan katun
- size XL
- harga Rp 195.000,- disc 25%
- bahan katun
- size M
- harga Rp 175.000,- disc 25%
Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu, yaitu menjaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari setiap transaksi yang beliau dapatkan, maka kemuliaannya justru semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati, semakin disegani, dan ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal. (RAHASIA BISNIS RASULULLAH, hal 2001)
Muhammad adalah prototype anak muda yang tidak mau terpenjara mentalnya. Ia dobrak penjara mental itu dan Ia buktikan pada dunia bahwa orang yang lahir dalam kondisi miskin dan yatim piatu seperti dirinya juga berhak dan bisa SUKSES-KAYA-TERPANDANG; bahwa orang yang lahir dengan tidak memiliki modal material seperti dirinya juga bisa menjadi orang terkaya asal mau berusaha dengan tekun dan cerdas, bahwa ketidakmampuan dalam baca-tulis (ummi) bukanlah halangan untuk SUKSES-KAYA-SEJAHTERA.